angel talks
angel walks...angel talks...angel sings... angel isn't always as you see at her...
Rabu, 10 April 2013
Kamis, 05 Januari 2012
Why Are We Different?
berbeda itu indah?
yang bener aja?
berbeda terkadang, bahkan terlalu sering menyakitkan.
kenapa kita berbeda?
mungkin tidak dalam cinta, tapi dalam banyak hal lain. terkadang masih bisa ku terima. tapi logika selalu memilih menjadi antonimnya. kalo berbeda membuatku lebih banyak menangis dan tertawa bersamamu. aku selalu ingin berbeda itu tidak ada.
aku tidak pernah takut memulai ini semua, tapi aku terlalu takut untuk mengakhirinya. aku takut menyadari bahwa perbedaan lah yang membuat kita terbang dan tersungkur dalam waktu yang sama. membuat kita menertawakan diri kita sekaligus mengumpatinya.
ini bukan alasan sepele, tapi alibi yang terlalu kuat.
maaf, kita berbeda.
yang bener aja?
berbeda terkadang, bahkan terlalu sering menyakitkan.
kenapa kita berbeda?
mungkin tidak dalam cinta, tapi dalam banyak hal lain. terkadang masih bisa ku terima. tapi logika selalu memilih menjadi antonimnya. kalo berbeda membuatku lebih banyak menangis dan tertawa bersamamu. aku selalu ingin berbeda itu tidak ada.
aku tidak pernah takut memulai ini semua, tapi aku terlalu takut untuk mengakhirinya. aku takut menyadari bahwa perbedaan lah yang membuat kita terbang dan tersungkur dalam waktu yang sama. membuat kita menertawakan diri kita sekaligus mengumpatinya.
ini bukan alasan sepele, tapi alibi yang terlalu kuat.
maaf, kita berbeda.
Senin, 12 Desember 2011
Di Balik Cerita Kita
kau tidak butuh keraguan untuk kita pertentangkan dari hari ke hari.
yang kau butuh hanya aku dan semua yang ada padaku.
segala lebih dan kurangku, baik dan burukku.
bukan lainnya.
kalau pun benar aku belum bisa melepaskan ingatan akan dia, bukan berarti aku berusaha menghadirkan dia di tengah kita.
kalau pun aku punya ribuan akun dan dia ada di sana, itu tidak akan mengubah apapun antara aku dan dia.
karna aku dan dia sudah selesai menuliskan cerita konyol yang tak sempurna.
biarlah tentang dia menjadi cerita dibalik cerita kita.
karna jika dia tidak datang dan pergi dalam hidupku, maka kau pun demikian.
kau ada karna dia memilih untuk menghilang.
Ich liebe Dich, Ken :*
yang kau butuh hanya aku dan semua yang ada padaku.
segala lebih dan kurangku, baik dan burukku.
bukan lainnya.
kalau pun benar aku belum bisa melepaskan ingatan akan dia, bukan berarti aku berusaha menghadirkan dia di tengah kita.
kalau pun aku punya ribuan akun dan dia ada di sana, itu tidak akan mengubah apapun antara aku dan dia.
karna aku dan dia sudah selesai menuliskan cerita konyol yang tak sempurna.
biarlah tentang dia menjadi cerita dibalik cerita kita.
karna jika dia tidak datang dan pergi dalam hidupku, maka kau pun demikian.
kau ada karna dia memilih untuk menghilang.
Ich liebe Dich, Ken :*
Jumat, 11 November 2011
Berakhir Tanpa Kata
menangisimu sekaligus mengumpatimu adalah hal yang paling ingin ku lakuin saat ini. harusnya aku yang paling siap akan hal ini, tapi bahkan kita berdua tidak cukup siap.
saat kebodohan dilakukan oleh dua orang, maka bukan sesuatu yang salah jika seseorang yang paling benar hadir untuk meluruskan jalan kita.
jalan yang kita pikir terlalu benar, tampak terlalu salah saat ini.
di saat banyak hal yang sudah kurencanakan untuk kita, kau sudah lebih dulu merencanakan hal yang jauh tak terduga.
kau mungkin tak ingin menjadi dominan, tak juga resesif. tak ingin diutamakan, juga diasingkan.
tak ingin melekat dalam ingatan, tak ingin juga dilupakan.
semoga kita dipertemukan lagi pada situasi yang jauh lebih baik dari saat ini, saat kita tidak lagi bodoh akan perasaan dan dewasa dalam pemikiran.
teruntuk seorang* yang terlalu cepat datang dan pergi, *zeecrezthyarieabilang
saat kebodohan dilakukan oleh dua orang, maka bukan sesuatu yang salah jika seseorang yang paling benar hadir untuk meluruskan jalan kita.
jalan yang kita pikir terlalu benar, tampak terlalu salah saat ini.
di saat banyak hal yang sudah kurencanakan untuk kita, kau sudah lebih dulu merencanakan hal yang jauh tak terduga.
kau mungkin tak ingin menjadi dominan, tak juga resesif. tak ingin diutamakan, juga diasingkan.
tak ingin melekat dalam ingatan, tak ingin juga dilupakan.
semoga kita dipertemukan lagi pada situasi yang jauh lebih baik dari saat ini, saat kita tidak lagi bodoh akan perasaan dan dewasa dalam pemikiran.
teruntuk seorang* yang terlalu cepat datang dan pergi, *zeecrezthyarieabilang
Selasa, 08 November 2011
Kita dan Cinta
satu bulan dan aku bertahan terhadap pola hidup kita yang berbeda, terhadap pola pikir kita yang berseberangan, terhadap hatimu dan hatiku.
dan bertanya sudah cukup dewasakah kita akan perasaan. ataukah hanya ego yang menuntun kita terlampau jauh menepis waktu dan rindu.
bukan suatu yang salah memberimu kepercayaan dan juga menerima semua tuduhan dari orang2. tapi mampukah kau yakinkan aku untuk tetap tinggal atau akankah kau biarkan aku hanya menjadi bagian terkecil dari ingatanmu.
tutuplah telinga saat orang2 mencoba berteriak untuk menjatuhkan kita. tutuplah mata saat kita berada pada 2 titik yang sangat jauh terpisah. agar kau bisa melihatku dekat dengan cara yang mustahil. dengan hatimu.
dan bertanya sudah cukup dewasakah kita akan perasaan. ataukah hanya ego yang menuntun kita terlampau jauh menepis waktu dan rindu.
bukan suatu yang salah memberimu kepercayaan dan juga menerima semua tuduhan dari orang2. tapi mampukah kau yakinkan aku untuk tetap tinggal atau akankah kau biarkan aku hanya menjadi bagian terkecil dari ingatanmu.
tutuplah telinga saat orang2 mencoba berteriak untuk menjatuhkan kita. tutuplah mata saat kita berada pada 2 titik yang sangat jauh terpisah. agar kau bisa melihatku dekat dengan cara yang mustahil. dengan hatimu.
Senin, 31 Oktober 2011
New ( Page of ) Love!
Aku memulai sesuatu yang, entah terlalu salah atau terlalu benar.
Aku tau sudah banyak hati yang tersakiti. Banyak yang mulai membenci. Mulai tidak peduli. Demikian juga aku terhadapnya. Sosok yang terlampau sering kugambarkan dalam bayang bayang kesempurnaan dunia. Nyatanya sia sia yang aku dapat darinya. Sebenarnya sudah jauh kuduga, dia hanya fiksi. Tidak menawarkan kasih yang nyata.
Lalu,
Seseorang datang. Membawa terlalu banyak cinta yang ku tau akan binasa. Dan mencoba memulai lagi sesuatu yang saat ini hanya terlihat terlalu benar. Hanya aku dan dia, bukan dia yang lain ataupun dia yang sebelumnya menjadi mitos.
Terimakasih yang telah pergi.
Terimakasih yang telah datang.
Terimakasih yang telah mendatangkan dan membawa pergi sosok sosok itu bagiku.
P.S.: happy for having u, zee* :)
*although it's not 4ever, i'll try!
Aku tau sudah banyak hati yang tersakiti. Banyak yang mulai membenci. Mulai tidak peduli. Demikian juga aku terhadapnya. Sosok yang terlampau sering kugambarkan dalam bayang bayang kesempurnaan dunia. Nyatanya sia sia yang aku dapat darinya. Sebenarnya sudah jauh kuduga, dia hanya fiksi. Tidak menawarkan kasih yang nyata.
Lalu,
Seseorang datang. Membawa terlalu banyak cinta yang ku tau akan binasa. Dan mencoba memulai lagi sesuatu yang saat ini hanya terlihat terlalu benar. Hanya aku dan dia, bukan dia yang lain ataupun dia yang sebelumnya menjadi mitos.
Terimakasih yang telah pergi.
Terimakasih yang telah datang.
Terimakasih yang telah mendatangkan dan membawa pergi sosok sosok itu bagiku.
P.S.: happy for having u, zee* :)
*although it's not 4ever, i'll try!
Selasa, 27 September 2011
My 13 Days
Day #1 - 15 September
Dan kamu selalu saja melewatkan waktu yang singkat itu untuk bisa menyapaku dengan baik.
Day #2 - 16 September
Sekali lagi kamu membuang kesempatan bertemu denganku dan aku berusaha untuk tidak menjadi egois.
Day #3 - 17 September
Aku sangat berharap bisa menggapaimu dalam dunia maya, tapi masih terlalu sulit menembus batasan dan kaidah yang sudah dulu ada di sana.
Day #4 - 18 September
Terlewat begitu saja tanpa kamu.
Day #5 - 19 September
Dear Timeline: Terima kasih sudah menghadirkan dia walo hanya sekelebat, sekaligus menghadirkan ‘dia’ yang sudah tidak mungkin dia harapkan ada.
Day #6 - 20 September
Bagaimana kalau aku benar benar sedang dalam proses melupakanmu atau mungkin proses lebih mencintaimu?
Day #7 - 21 September
Jangan menjadi kutub selatan kalau aku juga menginginkan hal yang sama, membuat kita tak mungkin bertemu.
Day #8 - 22 September
Di saat seharusnya kamu tertawa bersamaku dan teman temanku, kamu lebih memilih mencurangiku dan tertawa bersama putri gadgetmu yang tidak lebih banyak terluka untuk bisa dekat denganmu.
Day #9 - 23 September
2-3-4 atau 91 hari ke depan menjadi sama, menjadi luar biasa, menjadi tidak ada apa apa pun sudah sangat siap aku hadapi, kemungkinan dan ketidakmungkinan atas kita.
Day #10 – 24 September
Seperti aku menyadari adanya kebenaran yang samar samar masih kau sembunyikan dan aku tahu, siap, dan terlalu kuat untuk menghadapinya.
Day #11 – 25 September
Nyatanya aku memang tidak butuh 100 hari untuk lebih mencintaimu, cukup 10 hari saja dan berakhir sudah proses melupakanmu.
Day#12 – 26 September
Bohong kalau aku bilang sudah melupakanmu, karna masih terbersit harapan dimana 10 hari yang akan datang aku ingin untuk bisa menyadari bahwa kamu belum benar benar pergi.
Dan terimakasih sudah menghadirkan senyum di Desemberku, menghadirkan tawa di Januariku, bahagia di Februariku, kehangatan di Maretku, cinta di April-Mei-Juniku, kerinduan di Juli-Agustusku, dan kenyataan perasaan di Septemberku.
Dan saat ini….
Day#13 – 27 September
Aku. Kamu. Independen!
Dan kamu selalu saja melewatkan waktu yang singkat itu untuk bisa menyapaku dengan baik.
Day #2 - 16 September
Sekali lagi kamu membuang kesempatan bertemu denganku dan aku berusaha untuk tidak menjadi egois.
Day #3 - 17 September
Aku sangat berharap bisa menggapaimu dalam dunia maya, tapi masih terlalu sulit menembus batasan dan kaidah yang sudah dulu ada di sana.
Day #4 - 18 September
Terlewat begitu saja tanpa kamu.
Day #5 - 19 September
Dear Timeline: Terima kasih sudah menghadirkan dia walo hanya sekelebat, sekaligus menghadirkan ‘dia’ yang sudah tidak mungkin dia harapkan ada.
Day #6 - 20 September
Bagaimana kalau aku benar benar sedang dalam proses melupakanmu atau mungkin proses lebih mencintaimu?
Day #7 - 21 September
Jangan menjadi kutub selatan kalau aku juga menginginkan hal yang sama, membuat kita tak mungkin bertemu.
Day #8 - 22 September
Di saat seharusnya kamu tertawa bersamaku dan teman temanku, kamu lebih memilih mencurangiku dan tertawa bersama putri gadgetmu yang tidak lebih banyak terluka untuk bisa dekat denganmu.
Day #9 - 23 September
2-3-4 atau 91 hari ke depan menjadi sama, menjadi luar biasa, menjadi tidak ada apa apa pun sudah sangat siap aku hadapi, kemungkinan dan ketidakmungkinan atas kita.
Day #10 – 24 September
Seperti aku menyadari adanya kebenaran yang samar samar masih kau sembunyikan dan aku tahu, siap, dan terlalu kuat untuk menghadapinya.
Day #11 – 25 September
Nyatanya aku memang tidak butuh 100 hari untuk lebih mencintaimu, cukup 10 hari saja dan berakhir sudah proses melupakanmu.
Day#12 – 26 September
Bohong kalau aku bilang sudah melupakanmu, karna masih terbersit harapan dimana 10 hari yang akan datang aku ingin untuk bisa menyadari bahwa kamu belum benar benar pergi.
Dan terimakasih sudah menghadirkan senyum di Desemberku, menghadirkan tawa di Januariku, bahagia di Februariku, kehangatan di Maretku, cinta di April-Mei-Juniku, kerinduan di Juli-Agustusku, dan kenyataan perasaan di Septemberku.
Dan saat ini….
Day#13 – 27 September
Aku. Kamu. Independen!
Langganan:
Postingan (Atom)