Kalo ngeliat postingn2ku, kayaknya aku justru gak pernah menceritakan tentang my exman, bahkan saat dia belom menjadi exman….hahaa dulu aku belom mengenal istilah galau sih. Nahlo, apadeeeh banget kan?!
Dia. Cakap dalam olahraga tapi gak bakat di musik. Padahal aku selalu kagum sama cowok yang bisa maen musik. Hmm olahraga juga sih. Apapun! Toh dia tetep menang undian dari ale-ale, dengan aku sebagai hadiah utamanya. Dan dengan tingkat kegirangan total dia bilang “terima kasih ale-ale, saya gak nyangka dapet hadiahnya wawawaaa…”
Orangnya??
Gimana aku mendeskripsikannya ya??
Dia bahkan sangat sedikit mengeluarkan kata2, beda banget sama aku. Dia. Sangat sedikit mengeluh dan terlalu banyak mendengar keluhanku. Dia. Gak jarang bikin aku berusaha keras untuk membuatnya tertawa. Kadang terlalu serius, jadi terlalu sering ku kerjain. Hahahaa.
“tadi aku nelpon kamu kok yang angkat cewek sih?!” –trik.ngerjain.pacar#1—
“masa sih? Kapan??” –panik—
“tadi soreeee….iihhh sapa coba tuh cewe? Kayaknya gak mungkin adekmu!”
“hah?! Gak mungkin adekku lah! Handphone aku bawa terus dari tadi” –tambah panik—
“aaahhh bodo! Pokoknya tadi suara ceweeek….kamu kemana siiihhh??!”
“tapi dari tadi handphone ku bawa dan gak ada telpon masuk. Aku tadi maen ke tempat temen cowok loh, beneran! Emang cewek di telpon tadi bilang apa ke kamu?” –super panik—
“huhuuhuuu……tadi bilang gini, hm…….. maaf, sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini. Hahahhaaa….”
Kalo mau, dia bisa aja mengumpatiku. Seperti yang biasa dilakuin temen2ku ke aku. Tapi dia dalam posisi bukan sekedar temenku. Jadi, tertawa adalah satu2nya tanggapan yang dia kasih ke aku. Karna aku bilang “aku gak ngetawain kamu, tapi ketawa sama kamu”. Cieeee. Goblok!
Aaahh…mulae melow deh. Menyee2 banget. Lalala. Yeyeye.
Aku bilang “kalo valentine’s day n ulang taun, aku gak mau dikasih boneka. Aku gak begitu suka boneka” tapi dia kasih aku boneka. Dan warna merah jambu?! Oh God, merah jambu?? Pink?? Masih mending kalo boneka Patrick star. Nah ini, pinky teddy super yucks! Lengkap dengan bunga plastik, yang juga warna pink. Ooohhh my….setidaknya warna ungu kenapa sih?!
♥Tapi kamu so loveable buat aku♥ --abdul n the coffee theory—
Dia. Bikin aku pengen menampar dan memelukknya pada waktu yang sama. Orang berengsek yang udah membawaku pada pilihan terburuk dan bilang kalo semua bakal baik2 aja. Orang baik dengan cara pikir yang buruk. Sial! Apa aku udah bilang kalo dia orang yang baik? Karna memang dia orang baik. Hanya saja dia manusia biasa, begitu juga aku. Terlalu cepat berevolusi, bahkan dalam hitungan tidak lebih dari setengah revolusi bumi.
Itu bagian terburuk dalam hubunganku.
Bagian terbaiknya adalah….apa ya?? bagian terbaiknya adalaaahhh…. --apaaa yaaa??--
Bagian terbaik. Hubunganku gak pernah terusik paparazzi dan gosip2 murahan anak2 remaja. Gak pernah jadi kayak sinetron ato serial2 tivi yang penuh konflik dan likaliku prahara percintaan super rumit. Never!
I said:
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat, dengan kata. Seperti kayu yang tak sempat diucapkannya kepada api yang menjadikannya abu”
Aku mendapat banyak. Tapi nyatanya memberi jauh lebih banyak. Sampe2 aku sempat merasa menyesal mengenalnya. Bukan pemikiran yang bijak memang. Karna 2 tahun 4 bulan sudah terlalu cukup untuk membuatku dewasa dalam perasaan, juga pemikiran. Dan aku, dengan akal sehatku saat ini bilang kalo aku gak pernah menyesal mengenal lelaki berengsek yang baik itu. Pada saat dia jadi orang berengsek, maupun saat dia jadi orang baik. Karna dengan begitu, sekarang aku biasa menghindari orang2 berengsek dan mengenal lebih banyak orang baik.
Dimana dia sekarang??
Aku juga gak tau. Atau mungkin gak mau tau. Jangan berpikir aku apatis. Aku hanya berjuang sekuat mungkin untuk mencegahnya masuk ke celah tersempit sekalipun.
Karna aku dan dia. Kami beda!
Aku gak mampu memenangkannya, dan sangat takut dimenangkan olehnya. Pada akhirnya, dua jalan berbeda yang kami perjuangkan membuat aku dan dia, kami memilih keadaan seperti sekarang ini.
Kalo dipertemukan lagi, aku harap bisa ketemu dia dengan keadaan yang jauh lebih baik dari dulu dan saat ini. Memiliki kehidupannya sendiri yang akan dikisahkannya buatku. Semoga kehidupan masih berpihak padaku sampe saat itu datang. Karna sekarang aku sedang berjuang merangkai kehidupan yang akan kukisahkan untuknya. Menemukan seseorang yang berjalan di jalan yang sama denganku.
Dan orang2 bertanya, gimana aku bisa ngelupain dia??
Itu pertanyaan terbodoh yang pernah ditanyain ke aku. Aku gak pernah dan gak akan bisa ngelupain dia. Kecuali kalo kepalaku dilempar kacang ijo, sekarung! Sampe amnesia. Nahlooo…
Suaranya, cara bicaranya, caranya memegang tanganku, pelukan, ciuman, semuanya seperti masih terlalu kuat melekat dalam ingatanku dan gak ada yang bisa mencurinya atau bahkan memintaku untuk menghapusnya, membuangnya jauh2. Mustahil buatku.
Gak banyak yang bisa diceritain dari dia dan aku, dari kami. Karna udah gak ada ‘kami’ lagi sekarang. Aku udah selesai dengan tawa dan air mata tentang aku dan dia.
Aku menikmati 2-tahun-4-bulan-ku sekaligus mengumpatinya. Apa mungkin akan jadi lebih lama lagi? Entahlah.
Aku bersyukur pernah merasa sangat bahagia dan sangat terluka. Dengan begitu, aku belajar membuat orang bahagia lebih banyak dan terluka lebih sedikit. Tersenyum lebih banyak dan khawatir lebih sedikit. –sk—
Teruntuk waktu yang telah berlalu dan seseorang yang singgah saat itu. 27_06_11