Jumat, 10 Juni 2011

Ratu Semesta

Kenapa aku begitu yakin kalo sudah terlalu banyak orang yang tersesat di blog go-blog ini??
Dan kamu? Mungkin saja salah satu dari mereka……
Dominansi diri, visualisasi rasa, segregasi pemikiran!


Dualisme perasaan yang terlampau sering menggetarkan keyakinan yang hakiki. Dan distorsi? Bahkan masih samar-samar, terpaku pada definisi.

Dua tahun. Aku adalah ratu semesta. Mengatur segala rasa, asa, dengan sempurna. Berjalan tegak, menengadah penuh keangkuhan. Keangkuhan atas kelemahan dan ratap kesedihan. Sudah ku bilang, aku pernah, seorang ratu semesta. Cahaya matahari dapat kuredupkan, sinar rembulan mampu kupadamkan, dan warna-warni pelangi sanggup kubuat keabu-abuan. Hanya untuk memperlihatkan kepada siapapun bahwa sang ratu semesta masih bertahan bahkan tanpa kehangatan matahari, keindahan bulan, juga pelangi.


Lalu kamu. Datang dengan senyuman. Menyebalkan! Siapa lagi? Kamu! Membawa satu kosakata baru dalam kamus hidup sang ratu semesta “GALAU!”. Terbatas, sekali lagi dalam rasa dan definisi kata. Membuatku menyerah. Aku bukan lagi ratu semesta. Kau mungkin tak sehebat aku. Mengendalikan angkasa dan cakrawala. Cahaya dan warna. Tapi lihat, kau begitu mudahnya mengatur tutur kata. Menguasai bahasa. Menerangredupkan sang ratu semesta. Kau. Kamu. Pangeran jagad raya! Aku menyerah. Nyaris kalah. Bahkan mungkin sudah.

Dua di antara tiga. Pilih satu di antara dua. Mudah kan?! Haruskah diam dan menyimpan? Ataukah terlalu banyak berkata dan mengungkap? Jangan pilihan ketiga. Aku yakin kau akan menanyakannya. “BIASA SAJA” adalah bukan dua kata yang kusuka. Bahkan saat aku seorang ratu semesta. Atau saat aku menjadi seseorang sebelumnya. Siapapun itu. Kombinasi dua kata itu pernah begitu menggores. Melukai. Menyakiti. Dan “BIASA SAJA” akan menjadi biasa saja saat ini. Karna bukan lagi aku sang ratu semesta. Atau seseorang sebelumnya.

Pangeran jagad raya. Ratu semesta. Kita. Lawankah? Kawankah? Sekedar itukah? Dalam kelemahan dan keabu-abuan. Hitam dan putihku. Seakan kamu coba yakinkan. Ada sesuatu yang lebih menawan dari pada kembali menjadi sang ratu semesta. Sesuatu yang menggeliat dari dalam pikiran untuk bisa kurengkuh. Kuraih dengan yakin. Walau bahkan kau sendiri tidak. Dan kini pun aku bukan siapa-siapa. Bukan ratu semesta. Bukan seseorang sebelumnya. Bukan sesuatu yang samar-samar kau tawarkan untuk kujadikan nyata.


Tolong tetapkan! Harus menjadi siapa aku? Karna kata “GALAU” atau apapun yang kau doktrinkan. Membuatku lemah. Mengandalkan kekuatanmu. Sang pangeran jagad raya! _sk_♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar